Mhh apa yang gue sudah gue berikan kepada seorang ibu ? Tentunya ada, tapi apakah yang telah kita berikan itu sama berharganya sama kasih sayang dan cinta yang telah ia berikan kepada kita sampe sekarang? Pastinya sih enggak dong yah dan gak mungkin kasihnya terbalas.
Namun tidak hanya Ibu, dibelakangnya ada seorang sosok yang disebut Ayah yang memberikan kasih sayang tidak lebih kecil dari seorang Ibu. Semua ini sudah jalan hidup manusia yang berkeluarga, sebagai orang tua yang bertanggung jawab mereka harus melakukan itu semua untuk anaknya. Dan sebagai Anak gue harus mampu sekuat tenaga membahagiakan mereka, jangan menjadi anak yang durhaka (Maling Kundang). Melihat anaknya tumbuh besar, menjadi orang yang baik, bijak dan membahagikan mereka adalah harapan terbesar mereka sebagai orang tua dan gue sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tua, bangsa dan agama memiliki tanggung jawab agar harapan mereka tidak kandas sia-sia.
Hi Mom, Hi Dad .. here i am as you hope.. pray and bless me to became what you wish.
untukmu mama
matahari belum sedikitpun menampakan kilaunya
kau disana sudah berkeringat
bergumul dengan rutinitas sehari-harimu
tidak sedikitpun keluh terlintas di parasmu
lelah memang
tapi kau tetap saja terlihat jelita tak terkalahkan
dan kau mamaku
sesaat kala diriku kehilangan arah
kau datang duduk disisiku
sirami sadarku dengan indahnya kata
bangunkan aku dari mimpi burukku
letakan kakiku untuk kembali melangkah
dan berjalan lalui ranting berduri
kata dalam doamu tuntunku melewatinya
besar cintamu kepadaku adalah hidupku
dan kau mamaku
rasa haru kadang datang menyadarkan nuraniku yang terkesima
hati ini tersentuh oleh kasihmu cintamu pengorbananmu
disini aku terkagum olehmu mama
tak lama lagi mimpiku akan penuhi semua harapmu
taman penuh bunga bermekaran
sejuk, hijau yang menyegarkan jiwa
masih aku rawat dengan baik
sampai tiba saatnya nanti untuk dinikmati
dan kita bersama-sama disana
renungi makna hidup
menjawab panggilan damai
semua untukmu
karena kau mamaku
i love you mom..
*written on mother's day for thanking my mom.
sebuah ancaman penuh teror terhadap sisi kelam kehidupan yang terus menerus meluas.
2005/12/22
2005/12/21
jenuh sama kuliahan nih
2 minggu ini gue totally weak sama kerjaan gue en itu very impacted to my studies. Buruknya beberapa dosen subjectif banget sama gue, gak tau apa penyebabnya, soalnya perlakuan tidak adil ini keliatan banget waktu di kelas. Waktu temen gue berpendapat semuanya baik-baik saja sampai gue ngeluarin pendapat yang gue akuin salah sama seperti pendapat temen gue, eh si dosen malah marah-marah gak jelas, bukannya ngoreksi atau minimal mikir kalao gue itu masih belajar dan pasti akan melakukan kesalahan. Dosen gak gue salahin juga karena memang gue salah tapi caranya itu tolong dirubah, mengajar itu bukan berarti hanya memberi tahu yang benar tapi juga mengkoreksi yang salah agar tidak salah lagi nantinya, bukan gitu ?
But it's OK, ini jadi pelajaran en pengalaman yang berharga, khususnya buat saya sendiri. Semoga pendidikan di Indonesia lebih maju dan berkembang.
kembalikan semua
redupnya lampu percikan samar-samar sosoknya
sebuah tubuh setengah renta terbalut kain lusuh kusam
yang hujankan kata-kata penuh makna
sirami nalar manusia sampai tingkat paling menjenuhkan
mencoba berhenti untuk kembali stabil
tapi percuma
hanya menghasilkan kelabilan fungsi otak yang semakin kritis
demi sang matahari dan benda langit
kini ia menatap tajam sinis penuh seruan mematikan
kata bermakna pun berganti dengan caci hujat
menyayat rasa menikam hati membisukan bibir
apa ini
kenapa lorong ini menjadi suram tanpa cahaya
gelap menakutkan syarat akan tanya
tolong kami
beri kami pelita atau sebatang lilin
agar kami bisa kembali berjalan
ke ujung jalan terang
sampai saatnya harus berhenti
dan menikmati
*ditulis waktu sedang pusing ngerjain tugas buat paper salah satu mata kuliah. Huh! lieur aing euy.
But it's OK, ini jadi pelajaran en pengalaman yang berharga, khususnya buat saya sendiri. Semoga pendidikan di Indonesia lebih maju dan berkembang.
kembalikan semua
redupnya lampu percikan samar-samar sosoknya
sebuah tubuh setengah renta terbalut kain lusuh kusam
yang hujankan kata-kata penuh makna
sirami nalar manusia sampai tingkat paling menjenuhkan
mencoba berhenti untuk kembali stabil
tapi percuma
hanya menghasilkan kelabilan fungsi otak yang semakin kritis
demi sang matahari dan benda langit
kini ia menatap tajam sinis penuh seruan mematikan
kata bermakna pun berganti dengan caci hujat
menyayat rasa menikam hati membisukan bibir
apa ini
kenapa lorong ini menjadi suram tanpa cahaya
gelap menakutkan syarat akan tanya
tolong kami
beri kami pelita atau sebatang lilin
agar kami bisa kembali berjalan
ke ujung jalan terang
sampai saatnya harus berhenti
dan menikmati
*ditulis waktu sedang pusing ngerjain tugas buat paper salah satu mata kuliah. Huh! lieur aing euy.
2005/10/28
Sumpah PemudaKU
Eh tau gak ini tanggal berapa ? Yoi tanggal 28 Oktober 2005, biasanya kalo tanggal segitu ada apaan ? Gak tau ? Lupa ? Ulang Tahun cewek loe ? Ahh gak ada yang bener nih. Hari ini adalah hari SUMPAH PEMUDA teman, jangan ngaco loe semua. Pelopor pemersatu bangsa yang diikrarkan oleh para pemuda dan pemudi Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 lalu.
Biasanya dulu waktu gue masih jaman-jamannya pake seragam SD, SMP or STM tanggal 28 Oktober selalu ada acara, entah lomba baris-berbaris, lomba karaoke atau lomba yang aneh-aneh lainnya yang gue sendiri udah agak lupa. Apakah rutinitas seperti itu masih dibudayakan oleh sekolah-sekolah sekarang ya? Mudah-mudahan sih masih, karena tujuan acara itu buat mempersatukan para pemuda dan memberikan 1 misi dan visi yang jelas kepada mereka.
Petikan dari ikrar yang bersejarah tersebut :
Pemuda-pemuda yang bergabung dalam Jong Ambon, Jong Java, Jonag Minahasa, Jong Sumatra dan pemuda-pemuda dari daerah-daerah lain pada hari Minggu Wage tanggal 28 Oktober 1928 telah membacakan suatu ikrar yang bersejarah yaitu "Sumpah Pemuda" yang berbunyi sbb :
Kami, putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,Tanah Indonesia.
Kami, putera-puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
Kami, putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Dengan semangat SUMPAH PEMUDA, mari bangkitlah pemuda dan pemudi Indonesia !
bersatu kita raih genggam dan taklukan
telusuri jalan panjang tanpa arah
yang tersisa hanya nista dan hina
terpinggul tepat di atas punggung kami
keluh sesal maki tanya amarah
jadi alas kaki untuk berjalan
tangis darah dan air mata
payungi langkah kami yang menyakitkan
kuatkan diri untuk terus berjalan
dan berjalan
sampai tiba saatnya bertemu
satu yang pasti dan nyata
satu yang jadi cita mimpi dan harapmu
kepalkan tangan dan busungkan dada
jangan menjadi takut
selama jantung masih berdegup
dan matahari masih menyinari bumi
kami akan sanggup hadapi
kami akan berani menerjang
kami siap untuk menjadi
sesuatu yang besar dan kuat
darah kami akan terus bergolak
semangat jiwa kami pun terus melonjak
jangan pernah remehkan kami
Selamat Hari SUMPAH PEMUDA.
Bangkit dan Bersatulah pemuda dan pemudi Indonesia, mari kita SELAMATKAN INDONESIA!
Biasanya dulu waktu gue masih jaman-jamannya pake seragam SD, SMP or STM tanggal 28 Oktober selalu ada acara, entah lomba baris-berbaris, lomba karaoke atau lomba yang aneh-aneh lainnya yang gue sendiri udah agak lupa. Apakah rutinitas seperti itu masih dibudayakan oleh sekolah-sekolah sekarang ya? Mudah-mudahan sih masih, karena tujuan acara itu buat mempersatukan para pemuda dan memberikan 1 misi dan visi yang jelas kepada mereka.
Petikan dari ikrar yang bersejarah tersebut :
Pemuda-pemuda yang bergabung dalam Jong Ambon, Jong Java, Jonag Minahasa, Jong Sumatra dan pemuda-pemuda dari daerah-daerah lain pada hari Minggu Wage tanggal 28 Oktober 1928 telah membacakan suatu ikrar yang bersejarah yaitu "Sumpah Pemuda" yang berbunyi sbb :
Kami, putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,Tanah Indonesia.
Kami, putera-puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
Kami, putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Dengan semangat SUMPAH PEMUDA, mari bangkitlah pemuda dan pemudi Indonesia !
bersatu kita raih genggam dan taklukan
telusuri jalan panjang tanpa arah
yang tersisa hanya nista dan hina
terpinggul tepat di atas punggung kami
keluh sesal maki tanya amarah
jadi alas kaki untuk berjalan
tangis darah dan air mata
payungi langkah kami yang menyakitkan
kuatkan diri untuk terus berjalan
dan berjalan
sampai tiba saatnya bertemu
satu yang pasti dan nyata
satu yang jadi cita mimpi dan harapmu
kepalkan tangan dan busungkan dada
jangan menjadi takut
selama jantung masih berdegup
dan matahari masih menyinari bumi
kami akan sanggup hadapi
kami akan berani menerjang
kami siap untuk menjadi
sesuatu yang besar dan kuat
darah kami akan terus bergolak
semangat jiwa kami pun terus melonjak
jangan pernah remehkan kami
Selamat Hari SUMPAH PEMUDA.
Bangkit dan Bersatulah pemuda dan pemudi Indonesia, mari kita SELAMATKAN INDONESIA!
2005/10/01
Kenaikan BBM Part 2
Euh BBM naek lagi my fren. And you know who will get impact of this ?? Iyes semua orang yang tinggal di bumi nusantara ini tentunya. 80% kenaikan BBM ini merupakan beban berat bagi rakyat khususnya rakyat kecil (read:miskin). Kompensasi dana BBM yang diberikan kepada mereka, yang hanya sebesar 100k gak akan sebanding dengan kenaikan harga-harga setelah BBM naik, belum lagi dana tersebut diselewengkan oleh oknum-oknum pemerintah. Ouch screwed banget ya ?
Gue pikir kenaikan part-2 ini merupakan cerminan kalo pemerintah itu kurang cerdas (read:BEGO), kenapa? Pikir deh, kenapa sampai terjadi kenaikan harga sebanyak 2 kali dalam tahun yang sama en di jenis barang yang sama? Menurut gua mah karena mereka SALAH PERHITUNGAN, gue gak ngerti perhitungan atau strategi yang mereka pake tu kek gimana. Kemudian kenapa harus BBM terus yang dinaekin? Kenapa gak naekin harga-harga barang yang hanya mampu dibeli oleh orang kaya saja, misalnya Mobil dan Rumah Mewah plus naekin pajak buat barang-barang tersebut, contoh lagi: Orang yang pengahasilnya perbulannya diatas X (Pokoknya gedelah) dikenakan pajak tambahan pendapatan buat disumbangin ke rakyat kecil nah dengan kayak gini gue yakin kemiskinan diberantas en kesenjangan sosial pun menurun. Eh udah make strategi gitu taunya ada oknum lagi dipemerentah yang ngorupsi duitnya. Ahhh pusing.
Lagi ah, C’mon ! dana kompensasi dari kenaikan BBM yang pertama aja belum sempat memberikan nafas lebih bagi rakyat miskin eh udah dihajar lagi sama kenaikan part 2. Fren you know what? Minyak mentah kita tu diselundupin ke luar negri by oknum-oknum Pertamina n lo tau berapa milyar kerugiannya ? n lo tau siapa yang makan hasilnya? Hahaha.. kita ga usah jawab pertanyaan itu tapi kita jawab pertanyaan ini: Siapa yang kena akibatnya? Yes you’re right, Rakyat is the answer. Mampus-mampus kita beli BBM eh disana mereka korupsi, apakah ini sebuah KEADILAN ?
Perasaan nothing changes, just become worst and worst everyday aja nih country. Orang-orang hanya bisa saling menyalahkan, cari siapa yang salah terus hukum gitu terus sampe semua orang masuk penjara baru deh berhenti. Grow Up dong loe udah tua jangan hanya bikin malu diri kalian sendiri di depan mata penerus kalian and you know what ? We are the teenagers know you are a bad bad bad government and we will not just stay watching you screwing this country anymore with your authorities! And personally I promise will not follow your wrong steps. HAIL YOU ARE!
terjerat terikat terjebak
jalan berliku ini semakin menyempit
sebentar lagi mungkin akan bertemu kebuntuan
dimana pintu keluar terjanji itu
sampai kapan celah ini terus menghantui
gelap tanpa harap sepi juga kosong
lumpuh sudah untuk bergerak
bisu sudah untuk bercakap
langit kelabu seakan menatap benci ke bumi
surya dibaliknya pun enggan melihat dunia
terkutuk sudah kita
terhina sudah semua
apa ini adalah akhir rangkaian kisah ini
kenapa terlalu menyedihkan
oh.. dimana bahagia
Tolak kenaikan harga BBM
Gue pikir kenaikan part-2 ini merupakan cerminan kalo pemerintah itu kurang cerdas (read:BEGO), kenapa? Pikir deh, kenapa sampai terjadi kenaikan harga sebanyak 2 kali dalam tahun yang sama en di jenis barang yang sama? Menurut gua mah karena mereka SALAH PERHITUNGAN, gue gak ngerti perhitungan atau strategi yang mereka pake tu kek gimana. Kemudian kenapa harus BBM terus yang dinaekin? Kenapa gak naekin harga-harga barang yang hanya mampu dibeli oleh orang kaya saja, misalnya Mobil dan Rumah Mewah plus naekin pajak buat barang-barang tersebut, contoh lagi: Orang yang pengahasilnya perbulannya diatas X (Pokoknya gedelah) dikenakan pajak tambahan pendapatan buat disumbangin ke rakyat kecil nah dengan kayak gini gue yakin kemiskinan diberantas en kesenjangan sosial pun menurun. Eh udah make strategi gitu taunya ada oknum lagi dipemerentah yang ngorupsi duitnya. Ahhh pusing.
Lagi ah, C’mon ! dana kompensasi dari kenaikan BBM yang pertama aja belum sempat memberikan nafas lebih bagi rakyat miskin eh udah dihajar lagi sama kenaikan part 2. Fren you know what? Minyak mentah kita tu diselundupin ke luar negri by oknum-oknum Pertamina n lo tau berapa milyar kerugiannya ? n lo tau siapa yang makan hasilnya? Hahaha.. kita ga usah jawab pertanyaan itu tapi kita jawab pertanyaan ini: Siapa yang kena akibatnya? Yes you’re right, Rakyat is the answer. Mampus-mampus kita beli BBM eh disana mereka korupsi, apakah ini sebuah KEADILAN ?
Perasaan nothing changes, just become worst and worst everyday aja nih country. Orang-orang hanya bisa saling menyalahkan, cari siapa yang salah terus hukum gitu terus sampe semua orang masuk penjara baru deh berhenti. Grow Up dong loe udah tua jangan hanya bikin malu diri kalian sendiri di depan mata penerus kalian and you know what ? We are the teenagers know you are a bad bad bad government and we will not just stay watching you screwing this country anymore with your authorities! And personally I promise will not follow your wrong steps. HAIL YOU ARE!
terjerat terikat terjebak
jalan berliku ini semakin menyempit
sebentar lagi mungkin akan bertemu kebuntuan
dimana pintu keluar terjanji itu
sampai kapan celah ini terus menghantui
gelap tanpa harap sepi juga kosong
lumpuh sudah untuk bergerak
bisu sudah untuk bercakap
langit kelabu seakan menatap benci ke bumi
surya dibaliknya pun enggan melihat dunia
terkutuk sudah kita
terhina sudah semua
apa ini adalah akhir rangkaian kisah ini
kenapa terlalu menyedihkan
oh.. dimana bahagia
Tolak kenaikan harga BBM
2005/09/15
what's wrong with religion
Fren, belakangan ini orang-orang sudah mulai sakit otak sampe gak bisa mikir gitu kali yah atau mereka tu udah bener2 blind akan sesuatu hal yang mendasar. Sebenernya gue males ngomongin agama, tapi hanya sedikit meluruskan en bukan mo jadi agamis loh. So agama itu kan artinya a=tidak dan gama=kacau jadi agama sendiri adalah tidak kacau sesuai dengan pelajaran agama yang saya terima di sekolah dulu.
Dan orang yang memiliki agama dan tidak membuat kacau disebut orang beragama, sebaliknya seorang pengacau kita sebut orang yang tidak beragama, bener gak?
Mhh, gak gitu juga sih koq jadi saklek gitu, pertama kita harus liat dulu kekacauannya itu bagaimana, tapi tetep aja kita gak boleh menjudge seseorang tidak beragama seenaknya iya gak sih ?
Ini bukan menyalahkan, tapi hanya sedikit berbagi apa yang tengah terjadi di negri kita tercinta ini.
Seluruh artikel berikut dari mailing list dan kebenaranya nyata gitu loh.
---------------------------------------------------------
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
eskol@mitra.net.id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Spot News : Selasa, 16 Agustus 2005
RENTETAN PERISTIWA PENUTUPAN GEREJA DI JAWA BARAT
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandung, Eskol-Net:
Ditengah hiruk pikuk seluruh rakyat menyambut
HUT Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-60
tahun, justru hal yang sangat memprihatinkan yang
seharusnya tidak boleh terjadi, kembali terjadi,
yaitu peristiwa penutupan Gereja di beberapa wilayah
Jawa Barat.
Usia 60 tahun adalah usia dimana seseorang
seharusnya dapat berpikir secara matang dan
bijaksana dalam menyikapi berbagai hal. Tetapi
rupanya usia 60 tahun kemerdekaan bangsa ini, bagi
sebagian kelompok tertentu, bukannya membawa
kematangan dalam berpikir dan bertindak, tetapi
justru sebaliknya membuat mereka semakin anarkis
dengan mengatasnamakan agama tertentu untuk menekan
orang yang berbeda agama dan keyakinan.
Lalu apa artinya Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan 60
tahun lalu oleh Presiden Soekarno tersebut? Bukankah arti kemerdekaan
disini juga berarti kemerdekaan dalam menjalankan ibadah dan
keyakinan seperti juga yang tertuang dalam UUD'45
Ps. 29?
PENUTUPAN GEREJA KRISTEN KEMAH DAUD (GKKD) PURWAKARTA.
Hanya karena mendirikan TK (Taman Kanak-Kanak,
red)), akhirnya Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD)
yang sudah berdiri pada tahun 1995, pada tanggal 7
Agustus 2005 lalu ditutup oleh Camat atas desakan
dari Front Pembela Islam (FPI) Purwakarta.
GKKD yang berlokasi di Kampung Warung Mekar,
Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec. Bungursari, Kab.
Purwakarta, sejak tahun 2003 dipakai juga sebagai TK
Tunas Pertiwi yang dikelola oleh Yayasan Dorongan
Kasih Bangsa (DKD). Oleh FPI dan Badan Perwakilan
Desa (BPD) Bungursari, TK didirikan tanpa memiliki
ijin dan dipakai sebagai upaya Kristenisasi, padahal
menurut pihak Yayasan, TK tersebut sudah mengantongi
Ijin dari Kepala Desa dan Dinas setempat. Selain itu mayoritas anak
didiknya juga beragama Kristen.
Akibat penutupan ini, sekitar 100 anggota
jemaat dan anak didik TK tersebut menjadi tidak
menentu.
PENUTUPAN GEREJA DI KOMPLEK PERMATA CIMAHI, KABUPATEN BANDUNG
Pada hari Minggu, 14 Agustus 2005 pada pukul
09.45 Wib gereja-gereja yang berada di Komplek
Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab.
Bandung diserang dan ditutup. Peristiwa ini adalah
peristiwa kedua, dimana pada tanggal 31 Juli 2005, gereja-gereja
tersebut juga didatangi massa.
Gereja - gereja yang ditutup tersebut adalah :
1.. Gereja Anglikan
2.. Gereja Sidang Pantekosta
3.. Gereja Pantekosta di Indonesia
4.. GSPdI
5.. GKI Anugrah
6.. Gereja Bethel Injil Sepenuh
Massa yang menyerang berjumlah sekitar 300
orang. Peristiwa ini berlangsung selama kurang lebih
2 jam. Massa memaksa agar gereja-gereja tersebut
segera ditutup sambil meneriakan "Allahuakbar"
dengan membawa senjata tajam seperti golok,
pentungan dan kayu. Massa memaksa agar pimpinan
gereja segera menandatangani surat yang isinya agar
gereja segera ditutup.
Massa yang menutup berasal dari Front Pembela
Islam (FPI), Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP),
beserta jajaran pimpinan Rukun Tetangga (RT) dan
Rukun Warga (RW). Adapun pimpinan RT/RW yang ikut
dalam tindakan massa tersebut adalah adalah: RT
11/RW 14, Bp. Razulaini Yanto Silalahi, RT 04/05 a/n
: Eko Kismanato dan RT 04/06 a/n Kosasih.
Menurut saksi mata sebagian besar massa bukan
berasal dari Komplek Permata Cimahi, walaupun ada
beberapa orang yang berasal dari komplek tersebut.
Sebelum surat ditanda tangani massa tidak akan
bubar, dan massa meminta lambang-lambang gereja dan
sinode diturunkan.
Kejadian ini terjadi saat kebaktian sedang
berlangsung ketika firman Tuhan sedang dibawakan
oleh pendeta.
Hampir semua media elektronik hadir pada saat
proses penutupan gereja. Dari beberapa saksi mata
mereka menanyakan seputar berapa lama gereja
berdiri, perijinan setempat, dan hal hal yang
berhubungan dengan pendirian gereja di tempat itu.
CATATAN KELABU MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 60
Sejak 3 (tiga) bulan terakhir ini, antara
bulan Juni - Agustus 2005, telah terjadi berbagai
peristiwa kelabu yang menimpa umat Kristen di
Indonesia, diantaranya :
1. Peristiwa penutupan Gereja Kristen Kemah
Daud (GKKD) serta penangkapan dan persidangan 3
(tiga) orang pembina Minggu Ceria, yaitu dr.
Rebecca, Ibu Ratna Mala Bangun, Ibu Ety Pangesti
yang dituduh melakukan pemurtadan dan Kristenisasi
oleh MUI di Kec. Haurgeulis, Kab. Indramayu. Hingga
saat ini ketiga Ibu tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP)
Indramayu dan proses persidangan masih berlanjut.
2. Peristiwa penutupan Gereja Sidang Jemaat
Allah (GSJA) dan Huria Kristen Batak Protestan
(HKBP) Perum Gading Tutukan Soreang, Kab Bandung
yang dilakukan oleh Muspika setempat pada tanggal 16
Juli 2005
3. Peristiwa Penutupan Gereja Kristen Pasundan
(GKP) di Katapang Kab. Bandung yang dilakukan oleh
Muspika setempat pada tanggal 27 Juli 2005.
4. Peristiwa pembongkaran Tempat Pembinaan
Iman Gereja Isa Almasih (GIA) di Karangroto,
Kecamatan Genuk - Semarang oleh Camat setempat pada
tanggal 31 Juli 2005
5. Peristiwa Penutupan Taman Kanak-Kanak (TK)
dan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Kampung
Warung Mekar, Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec.
Bungursari, Kab. Purwakarta oleh Front Pembela Islam
(FPI) Wilayah Purwakarta pada tanggal 7 Agustus
2005.
6. Peristiwa penyerangan dan penutupan 6
(enam) Gereja di Komplek Permata Cimahi, Kel. Tani
Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung yang dilakukan
oleh massa dari FPI dan AGAP serta oknum-oknum
lingkungan setempat pada tanggal 14 Agustus 2005.
Biarlah berbagai catatan peristiwa ini dapat
menjadi doa dan keprihatinan kita bersama, khususnya
dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
yang ke- 60 dengan harapan agar peristiwa-peristiwa
seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari
... MERDEKA [Eskol-Net]
---------------------------------------------------------
Tiga Tahun Penjara Karena Mengajar Sekolah Minggu
Oleh Web Warouw
Sinar Harapan, 7 September 2005
JAKARTA - "For the first time ever in Indonesia's
history a case has been brought to court charging
Christians with the criminal act of christianizing
children." Demikian komentar beberapa media asing di
luar negeri menyusul vonis tiga tahun penjara
Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Jawa Barat, Kamis
(1/9) siang terhadap tiga guru sekolah minggu Gereja
Kristen Kemah Daud (GKKD), yakni dr. Rebecca Laonita,
Ratna Mala Bangun serta Ety Pangesti.
Mereka dituduh telah melakukan pemurtadan dan
kristenisasi di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat. Tuduhan itu dilancarkan oleh
Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Vonis yang
dijatuhkan PN Indramayu, Jawa Barat tersebut sama
dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum
(JPU) dalam sidang tersebut.
Tudingan pemurtadan dan kristenisasi terhadap tiga
guru sekolah minggu di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat itu berawal dari pelayanan
mereka dalam sekolah minggu 'Minggu Ceria' pada 9
September 2003 yang dilakukan di rumah dr. Rebecca
Laonita yang dihadiri oleh 10-20 anak kristen setiap
minggunya. Dalam perkembangannya beberapa anak
beragama non-kristen ikutserta dalam permainan di
sekolah minggu tersebut.
Sekolah Minggu "Minggu Ceria" ini sempat ditutup
sebelum Natal, 24 Desember 2004 dengan alasan tidak
dizinkan kebaktian rumah oleh Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Hargeulis. Padahal, seperti biasanya Natal di
tempat lain, anak-anak tersebut dibagikan hadiah Natal
berupa tas dan buku tulis. Karena ditutup, kebaktian
umum gereja akhirnya diputuskan untuk berpindah-pindah
tempat. Jemaat pernah juga kebaktian di GBI Efrata,
sedangkan Minggu Ceria akhirnya diputuskan dilakukan
di rumah Ety Pangesti.
Pada 26 Maret 2005, anak-anak sekolah minggu 'Minggu
Ceria' pergi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta Timur dalam sebuah acara paskah. Beberapa dari
orangtua/wali dari anak-anak sekolah minggu, termasuk
yang non-kristen ikut bersama-sama ke TMII. Namun
sejak 14 April 2005 "Minggu Ceria" ditutup. Sementara
kebaktian umum setiap minggu sore dipindahkan ke
Pamanukan.
Tanggal 3 Mei 2005 diadakan pertemuan antara pelayan
"Minggu Ceria" dengan Musyawarah pimpinan kota
(Muspika) yang dihadiri oleh Camat Haurgeulis Moh
Hayat, Majelis Ulama Indonsia dan Kantor Urusan Agama
setempat, petugas Polsek dan Koramil Haurgeulis. Camat
Moh. Hayat berjanji akan memberikan hasil tertulis dari
pertemuan itu dan selanjutnya akan ditandatangani dr
Rebecca Laonita. Namun, hingga kini tidak ada berita
acara pertemuan tersebut. Yang ada hanya laporan MUI
ke Polsek Haergeulis pada 3 Mei 2005 tersebut dan
diproses secara hukum.
Pada 9 Mei 2005 dr Rebecca Laonita, Ratna Mala Bangun
dan Ety Pangesti memenuhi panggilan Polsek Haurgeulis
sebagai tersangka. Belakangan berkas perkara ketiga
guru sekolah minggu tersebut dilimpahkan ke Polres
Indramayu. Tanggal 14 Mei 2005 ketiga guru sekolah
minggu tersebut memenuhi panggilan Polres Indramayu
sebagai saksi sesuai dengan surat panggilan polisi
yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Reserse dan
Kriminal Polres Indramayu, Ajun Komisaris Polisi (AKP)
Suryanto. Namun, pada waktu ketiga diperiksa, penyidik
langsung menyatakan Rebecca Laonita, Ratna Mala Bangun
dan Ety Pangesti sebagai tersangka dengan tuduhan
pemurtadan serta kristenisasi di Kecamatan Haurgeulis,
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Di Mapolres Indramayu, ketiga diperiksa mulai dari
pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan diizinkan
pulang esok harinya. Pada Senin (16/5) pagi sekitar
pukul 08.00 WIB, Rabecca Laonita, Ratna Mala Bangun
dan Ety Pangesti diberitahu telah muncul surat
penahanan dan diminta untuk menandatangani serta
langsung berkemas karena akan dimasukkan ke Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Indramayu.
Mereka dikenakan tuduhan pasal 86 Undang Undang
No.23/2002 tentang Perlindungan Anak yang bunyinya:
"Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu
muslihat, rangkaian kebohongan, atau membujuk anak
untuk memilih agama lain bukan atas kemauannya
sendiri, padahal diketahui atau patut diduga bahwa
anak tersebut belum berakal dan belum bertanggungjawab
sesuai dengan agama yang dianutnya dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp 100.000.000 (seratus juta
rupiah)."
Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa
satu Alkitab dan enam kaos biru bertuliskan "Minggu
Ceria". Padahal, hingga kini anak-anak non-kristen
yang mengikuti sekolah minggu "Minggu Ceria" tersebut
tidak ada yang pindah agama.
Pembelaan Gus Dur
Sebelumnya, KH Abdurrachman Wahid telah meminta
Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
Johni Soeroto agar melepas ketiga ibu rumah tangga
yang juga mengajar guru sekolah minggu tersebut.
"Penahanan atas diri dr. Rebecca Laonita, Ratna Mala
Bangun dan Ety Pangesti dengan berdasarkan sangkaan
mereka memberikan keterangan salah kepada
anak-anak, ...maka penahanan atas diri mereka (yang
didasarkan pada pengaduan masyarakat) adalah tidak
tepat," tegas Gus Dur dalam suratnya tertanggal 26 Mei
2005.
Gus Dur melanjutkan, "Karena itu, saya harapkan
kesediaan Anda (Kapolres Indramayu-red) untuk
memerintahkan mereka dilepaskan dari tahanan, dan
pengaduan terhadap mereka di Pengadilan dibatalkan.
Masalah ini hendaknya diselidiki secara lebih
mendalam, sehingga orang yang tidak bersalah tidak
menjadi korban," tegasnya lagi.
Surat Gus Dur ini mendapatkan balasan dari MUI
Kecamatan Haurgeulis pada 27 Mei 2005 yang menegaskan
bahwa kasus ini pidana murni sesuai dengan KUHP pasal
156a, dan Pasal 86 Undang Undang No.23/2002 tentang
Perlindungan Anak.
"Dr. Rebecca dalam kasus ini telah melakukan
pemurtadan terhadap anak-anak Islam di Kecamatan
Hargeulis," demikian surat yang ditandatangani oleh
Ketua MUI setempat, KH Mundzir Mahmud, Sekretaris
Asyrofin THS dan Ketua Tim Advokasi MUI setempat H.
Eri Isnaeni, SH.
Akibat vonis itu, menurut laporan Maranatha Christian
Jurnal yang beredar di Eropa dan Amerika Serikat bahwa
ketiga ibu rumah tangga tersebut harus berpisah dengan
anak-anak mereka. "Bangun has sent her children to
live with their grandfather on Sumatra Island.
Pangesti and Zakaria's children will also be moved to
another location in the near future to protect them
from possible attacks or intimidation during the
trial." Demikian sebuah media asing melansir perihal
nasib guru sekolah minggu "Minggu Ceria" itu.
Vonis sudah dijatuhkan dan dr Rebecca Laonita, Ratna
Mala Bangun dan Ety Pangesti, ketiga guru sekolah
minggu "Minggu Ceria" itu kini menghuni Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Indramayu, Jawa Barat.
Setidaknya hal itu sama persis apa yang dialami
Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba Allah yang
dilempar ke dalam dapur api oleh Raja Nebukadnezar.
Namun, di balik peristiwa itu ada berkat yang melimpa
dan nama Tuhan dimuliakan!
Bukankah esok atau lusa, mati pun aku sendiri
--Messakh, Obbie
---------------------------------------------------------
SUARA PEMBARUAN DAILY
Apa Alasan Mereka Menutup Gereja?
Oleh Mohamad Guntur Romli
SAYA sebagai seorang muslim sangat terkejut dengan pemberitaan penutupan
secara paksa gereja-gereja di Jawa Barat yang dilakukan oleh sekelompok
umat Islam. Kelompok itu menamakan dirinya sebagai Aliansi Gerakan Anti
Pemurtadan (AGAP). Tidak hanya sekadar melakukan penutupan paksa, tapi
juga disertasi dengan tindakan kekerasan (Suara Pembaruan, 24/8).
Terlintas dalam benak saya, apa alasan mereka menutup gereja?
Bagi saya pribadi, citra gereja, seperti halnya masjid, pura, wihara, dan
tempat-tempat ibadah lainnya yang digunakan untuk memuji dan menyembah
Tuhan. Dalam pandangan Al-Quran, rumah-rumah Tuhan tersebut, wajib
dipelihara tidak hanya oleh pemeluk agamanya saja, namun juga oleh seluruh
pemeluk agama. Pada prinsipnya Rumah Tuhan adalah "rumah bersama" yang
wajib dilindungi.
Allah Swt menegaskan hal ini dalam Surat Al-Hajj (22) Ayat 40 yang
ditujukan pada kaum muslimin untuk memelihara tempat-tempat ibadah,
"Sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan
sebagian yang lain, telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja,
rumah-rumah ibadat Yahudi (sinagog) dan masjid-masjid yang di dalamnya
banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang
menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi
Mahaperkasa."
Memelihara dan melindungi tempat ibadah merupakan implementasi dari
prinsip kebebasan beragama dalam Islam. Perlindungan tersebut dipertegas
dalam ayat yang sangat populer lâ ikrâhâ fi al-dîn "tidak ada paksaan
dalam beragama" (Al-Baqarah: 256). Seorang ahli tafsir (mufassir) klasik,
Al-Thabari dalam karyanya Jâmi' al-Bayân menuturkan kisah dari
sebab-musabab (asbâb al-nuzûl) ayat tersebut turun.
Seorang bapak beragama Islam yang berasal dari suku Salim bin Awf, di
Madinah memiliki dua anak yang memeluk Kristen. Ketika dua anaknya datang
berkunjung, sang bapak mengajak dua anaknya memeluk Islam. Namun keduanya
menolak. Kemudian, sang bapak membawa kedua anaknya ke hadapan Rasulullah,
dan meminta beliau turun tangan.
Persis pada saat itulah, menurut Al-Thabari, Allah menurunkan ayat "Tidak
ada paksaan dalam agama." Sang bapak mematuhi perintah Rasulullah, dan
memberi kebebasan pada dua anaknya memeluk agamanya. Selain itu, untuk
melindungi umat non-Islam juga, Rasulullah telah menjadikan dirinya
sebagai jaminan. Dalam sabdanya, Man adzâ dzimmiyan faqad âdzânî (barang
siapa yang menyakiti non-muslim, maka dia telah menyakitiku).
Kebebasan beragama, tidak hanya menjadi wacana, namun juga menjadi
kebijakan publik Rasulullah sebagai panutan dan pemimpin masyarakat.
Kesepakatan Rasulullah dengan pelbagai suku dan agama di Madinah yang
dikenal dengan Piagam Madinah, Mîtsâq al-Madînah, dinilai oleh Muhammad
Husain Haikal, penulis buku Hayât Muhammad (Biografi Muhammad) sebagai
implementasi dari kebebasan beragama. Lebih dari itu, masih menurut Husan
Haikal, kesepakatan tersebut merupakan dokumen politik yang patut dikagumi
sepanjang sejarah.
Diriwayatkan juga dalam sebuah hadis, "Ketika datang rombongan Nasrani
Najran berjumlah lima belas orang yang dipimpin oleh Abu al-Harits,
Rasulullah berdialog dengan mereka. Ketika mereka hendak beribadah, beliau
mempersilakan mereka untuk melakukan ibadah di Mesjid Nabawi, sedangkan
Rasulullah beserta sahabat salat di bagian lain."
Cerita ini benar-benar menakjubkan. Umat Kristiani yang tidak memiliki
tempat ibadah, dipersilahkan oleh Rasulullah melakukan kebaktian di
masjid. Tidak seperti yang terjadi saat ini, pendirian gereja dipersulit
dengan perizinan yang rumit, ketika berdiri pun malah ditutup!
Kebijkan Rasulullah tersebut dilanggengkan oleh para pemimpin sesudahnya.
Ketika Umat bin Khattab menaklukkan Yerusalem pada tahun 638 M, memberikan
jaminan terhadap kaum Kristiani dan Yahudi yang diabadikan dalam Piagam
Alia. Salah satu poin terpenting dari piagam tersebut adalah, jaminan
kehidupan, penghidupan, dan rumah-rumah ibadah yang tidak boleh diduduki,
atau dihancurkan.
Oleh karena itu, segala tindakan penutupan terhadap rumah-rumah ibadah
sama sekali tidak memiliki landasan dalam Islam. Dalam kondisi perang pun,
rumah-rumah ibadah merupakan daerah terlarang untuk diserang, seperti
halnya terhadap anak-anak, perempuan, orang tua, orang cacat dan orang
sipil.
Namun, yang mengherankan bagi saya adalah alasan mereka yang berasal dari
Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.
01/BER/mdn-mag/1969.
SKB tersebut ditandatangani oleh KH Moh Dahlan sebagai menteri agama dan
Amir Machmud sebagai menteri dalam negeri di Jakarta tanggal 13 September
1969. Aturan yang dimaksud dalam SKB tersebut adalah Pasal 4 ayat (1)
"setiap pendirian tempat ibadah perlu mendapatkan izin dari Kepada Daerah
atau pejabat pemerintahan" dan ayat 2, "Kepala Daerah atau pejabat yang
dimaksud dalam ayat (1) pasal ini memberikan izin yang dimaksud, setelah
mempertimbangkan: a. pendapat Kepala Perwakilan Departemen Agama setempat;
b. planologi; c. kondisi dan keadaan setempat."
SKB tersebutlah yang menjadi pangkal persoalan ini karena memasung
kebebasan agama yang menjadi landasan utama konstitusi kita. Dalam UUD 45
Pasal 29 ayat (2) disebutkan, "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu."
Dalam Pasal 28E tentang Hak Asasi Manusia hasil amendemen UUD 1945 tahun
2000 disebutkan, (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat
menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,
memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya, serta berhak kembali.
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan
pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. (3) Setiap orang berhak
atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Kesimpulannya, isi SKB tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan dan
kemerdekaan umat beragama untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya
masing-masing. Oleh karena itu, sudah seharusnya SKB tersebut dicabut.
Dalam SKB itu juga, kebebasan dan kemerdekaan beragama "ditertibkan" oleh
kepada daerah setempat khususnya hal-ihwal pendirian rumah ibadah. Tidak
hanya berkenaan dengan rumah-rumah ibadah; gereja, masjid, musola, dan
lain-lain wajib mengantongi surat izin.
Dalam Pasal 3 ayat (1) juga disebutkan, "Kepala Perwakilan Departemen
Agama memberikan bimbingan, pengarahan, dan pengawasan terhadap mereka
yang memberikan penerangan/penyuluhan/ceramah agama/khotbah-khotbah di
rumah-rumah ibadah..."
Dalam SKB ini pemerintah telah melampaui wewenangnya yang seharusnya
memberikan jaminan kebebasan beragama bagi umat beragama, bukan malah
mencampuri dengan melakukan pengawasan hingga taraf mengawasi
khotbah-khotbah.
Jika kembali ke pertanyaan awal, apa alasan mereka menutup gereja?
Surat-surat dalam Al-Quran, dan risalah Rasulullah, atau Surat Keputusan
Bersama (SKB) dua menteri itu yang kontroversial itu? Atau mereka hanya
mencari-cari alasan?
Jika pun mengikuti aturan SKB tersebut dalam Pasal 5 ayat (2) disebutkan,
"jika dalam hal perselisihan/pertentangan tersebut menimbulkan tindakan
pidana, maka penyelesaiannya harus diserahkan kepada alat-alat penegak
hukum yang berwenang dan diselesaikan berdasarkan hukum."
Dan tentu saja aksi kekerasan, penyerangan dan pemaksaan yang dilakukan
oleh kelompok itu ketika menutup paksa sejumlah gereja, merupakan tindakan
pidana yang nyata. Wallahu A'lam. *
Penulis adalah aktivis Jaringan Islam Liberal
---------------------------------------------------------
Semoga seluruh artikel itu menjadi pembelajaran bagi kita semua bersama umat beragama dan kita bisa hidup berdampingan dalam kedamaian yang tidak kacau.
salam damai.
Dan orang yang memiliki agama dan tidak membuat kacau disebut orang beragama, sebaliknya seorang pengacau kita sebut orang yang tidak beragama, bener gak?
Mhh, gak gitu juga sih koq jadi saklek gitu, pertama kita harus liat dulu kekacauannya itu bagaimana, tapi tetep aja kita gak boleh menjudge seseorang tidak beragama seenaknya iya gak sih ?
Ini bukan menyalahkan, tapi hanya sedikit berbagi apa yang tengah terjadi di negri kita tercinta ini.
Seluruh artikel berikut dari mailing list dan kebenaranya nyata gitu loh.
---------------------------------------------------------
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
eskol@mitra.net.id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Spot News : Selasa, 16 Agustus 2005
RENTETAN PERISTIWA PENUTUPAN GEREJA DI JAWA BARAT
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandung, Eskol-Net:
Ditengah hiruk pikuk seluruh rakyat menyambut
HUT Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-60
tahun, justru hal yang sangat memprihatinkan yang
seharusnya tidak boleh terjadi, kembali terjadi,
yaitu peristiwa penutupan Gereja di beberapa wilayah
Jawa Barat.
Usia 60 tahun adalah usia dimana seseorang
seharusnya dapat berpikir secara matang dan
bijaksana dalam menyikapi berbagai hal. Tetapi
rupanya usia 60 tahun kemerdekaan bangsa ini, bagi
sebagian kelompok tertentu, bukannya membawa
kematangan dalam berpikir dan bertindak, tetapi
justru sebaliknya membuat mereka semakin anarkis
dengan mengatasnamakan agama tertentu untuk menekan
orang yang berbeda agama dan keyakinan.
Lalu apa artinya Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan 60
tahun lalu oleh Presiden Soekarno tersebut? Bukankah arti kemerdekaan
disini juga berarti kemerdekaan dalam menjalankan ibadah dan
keyakinan seperti juga yang tertuang dalam UUD'45
Ps. 29?
PENUTUPAN GEREJA KRISTEN KEMAH DAUD (GKKD) PURWAKARTA.
Hanya karena mendirikan TK (Taman Kanak-Kanak,
red)), akhirnya Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD)
yang sudah berdiri pada tahun 1995, pada tanggal 7
Agustus 2005 lalu ditutup oleh Camat atas desakan
dari Front Pembela Islam (FPI) Purwakarta.
GKKD yang berlokasi di Kampung Warung Mekar,
Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec. Bungursari, Kab.
Purwakarta, sejak tahun 2003 dipakai juga sebagai TK
Tunas Pertiwi yang dikelola oleh Yayasan Dorongan
Kasih Bangsa (DKD). Oleh FPI dan Badan Perwakilan
Desa (BPD) Bungursari, TK didirikan tanpa memiliki
ijin dan dipakai sebagai upaya Kristenisasi, padahal
menurut pihak Yayasan, TK tersebut sudah mengantongi
Ijin dari Kepala Desa dan Dinas setempat. Selain itu mayoritas anak
didiknya juga beragama Kristen.
Akibat penutupan ini, sekitar 100 anggota
jemaat dan anak didik TK tersebut menjadi tidak
menentu.
PENUTUPAN GEREJA DI KOMPLEK PERMATA CIMAHI, KABUPATEN BANDUNG
Pada hari Minggu, 14 Agustus 2005 pada pukul
09.45 Wib gereja-gereja yang berada di Komplek
Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab.
Bandung diserang dan ditutup. Peristiwa ini adalah
peristiwa kedua, dimana pada tanggal 31 Juli 2005, gereja-gereja
tersebut juga didatangi massa.
Gereja - gereja yang ditutup tersebut adalah :
1.. Gereja Anglikan
2.. Gereja Sidang Pantekosta
3.. Gereja Pantekosta di Indonesia
4.. GSPdI
5.. GKI Anugrah
6.. Gereja Bethel Injil Sepenuh
Massa yang menyerang berjumlah sekitar 300
orang. Peristiwa ini berlangsung selama kurang lebih
2 jam. Massa memaksa agar gereja-gereja tersebut
segera ditutup sambil meneriakan "Allahuakbar"
dengan membawa senjata tajam seperti golok,
pentungan dan kayu. Massa memaksa agar pimpinan
gereja segera menandatangani surat yang isinya agar
gereja segera ditutup.
Massa yang menutup berasal dari Front Pembela
Islam (FPI), Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP),
beserta jajaran pimpinan Rukun Tetangga (RT) dan
Rukun Warga (RW). Adapun pimpinan RT/RW yang ikut
dalam tindakan massa tersebut adalah adalah: RT
11/RW 14, Bp. Razulaini Yanto Silalahi, RT 04/05 a/n
: Eko Kismanato dan RT 04/06 a/n Kosasih.
Menurut saksi mata sebagian besar massa bukan
berasal dari Komplek Permata Cimahi, walaupun ada
beberapa orang yang berasal dari komplek tersebut.
Sebelum surat ditanda tangani massa tidak akan
bubar, dan massa meminta lambang-lambang gereja dan
sinode diturunkan.
Kejadian ini terjadi saat kebaktian sedang
berlangsung ketika firman Tuhan sedang dibawakan
oleh pendeta.
Hampir semua media elektronik hadir pada saat
proses penutupan gereja. Dari beberapa saksi mata
mereka menanyakan seputar berapa lama gereja
berdiri, perijinan setempat, dan hal hal yang
berhubungan dengan pendirian gereja di tempat itu.
CATATAN KELABU MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 60
Sejak 3 (tiga) bulan terakhir ini, antara
bulan Juni - Agustus 2005, telah terjadi berbagai
peristiwa kelabu yang menimpa umat Kristen di
Indonesia, diantaranya :
1. Peristiwa penutupan Gereja Kristen Kemah
Daud (GKKD) serta penangkapan dan persidangan 3
(tiga) orang pembina Minggu Ceria, yaitu dr.
Rebecca, Ibu Ratna Mala Bangun, Ibu Ety Pangesti
yang dituduh melakukan pemurtadan dan Kristenisasi
oleh MUI di Kec. Haurgeulis, Kab. Indramayu. Hingga
saat ini ketiga Ibu tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP)
Indramayu dan proses persidangan masih berlanjut.
2. Peristiwa penutupan Gereja Sidang Jemaat
Allah (GSJA) dan Huria Kristen Batak Protestan
(HKBP) Perum Gading Tutukan Soreang, Kab Bandung
yang dilakukan oleh Muspika setempat pada tanggal 16
Juli 2005
3. Peristiwa Penutupan Gereja Kristen Pasundan
(GKP) di Katapang Kab. Bandung yang dilakukan oleh
Muspika setempat pada tanggal 27 Juli 2005.
4. Peristiwa pembongkaran Tempat Pembinaan
Iman Gereja Isa Almasih (GIA) di Karangroto,
Kecamatan Genuk - Semarang oleh Camat setempat pada
tanggal 31 Juli 2005
5. Peristiwa Penutupan Taman Kanak-Kanak (TK)
dan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Kampung
Warung Mekar, Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec.
Bungursari, Kab. Purwakarta oleh Front Pembela Islam
(FPI) Wilayah Purwakarta pada tanggal 7 Agustus
2005.
6. Peristiwa penyerangan dan penutupan 6
(enam) Gereja di Komplek Permata Cimahi, Kel. Tani
Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung yang dilakukan
oleh massa dari FPI dan AGAP serta oknum-oknum
lingkungan setempat pada tanggal 14 Agustus 2005.
Biarlah berbagai catatan peristiwa ini dapat
menjadi doa dan keprihatinan kita bersama, khususnya
dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
yang ke- 60 dengan harapan agar peristiwa-peristiwa
seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari
... MERDEKA [Eskol-Net]
---------------------------------------------------------
Tiga Tahun Penjara Karena Mengajar Sekolah Minggu
Oleh Web Warouw
Sinar Harapan, 7 September 2005
JAKARTA - "For the first time ever in Indonesia's
history a case has been brought to court charging
Christians with the criminal act of christianizing
children." Demikian komentar beberapa media asing di
luar negeri menyusul vonis tiga tahun penjara
Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Jawa Barat, Kamis
(1/9) siang terhadap tiga guru sekolah minggu Gereja
Kristen Kemah Daud (GKKD), yakni dr. Rebecca Laonita,
Ratna Mala Bangun serta Ety Pangesti.
Mereka dituduh telah melakukan pemurtadan dan
kristenisasi di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat. Tuduhan itu dilancarkan oleh
Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Vonis yang
dijatuhkan PN Indramayu, Jawa Barat tersebut sama
dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum
(JPU) dalam sidang tersebut.
Tudingan pemurtadan dan kristenisasi terhadap tiga
guru sekolah minggu di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat itu berawal dari pelayanan
mereka dalam sekolah minggu 'Minggu Ceria' pada 9
September 2003 yang dilakukan di rumah dr. Rebecca
Laonita yang dihadiri oleh 10-20 anak kristen setiap
minggunya. Dalam perkembangannya beberapa anak
beragama non-kristen ikutserta dalam permainan di
sekolah minggu tersebut.
Sekolah Minggu "Minggu Ceria" ini sempat ditutup
sebelum Natal, 24 Desember 2004 dengan alasan tidak
dizinkan kebaktian rumah oleh Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Hargeulis. Padahal, seperti biasanya Natal di
tempat lain, anak-anak tersebut dibagikan hadiah Natal
berupa tas dan buku tulis. Karena ditutup, kebaktian
umum gereja akhirnya diputuskan untuk berpindah-pindah
tempat. Jemaat pernah juga kebaktian di GBI Efrata,
sedangkan Minggu Ceria akhirnya diputuskan dilakukan
di rumah Ety Pangesti.
Pada 26 Maret 2005, anak-anak sekolah minggu 'Minggu
Ceria' pergi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta Timur dalam sebuah acara paskah. Beberapa dari
orangtua/wali dari anak-anak sekolah minggu, termasuk
yang non-kristen ikut bersama-sama ke TMII. Namun
sejak 14 April 2005 "Minggu Ceria" ditutup. Sementara
kebaktian umum setiap minggu sore dipindahkan ke
Pamanukan.
Tanggal 3 Mei 2005 diadakan pertemuan antara pelayan
"Minggu Ceria" dengan Musyawarah pimpinan kota
(Muspika) yang dihadiri oleh Camat Haurgeulis Moh
Hayat, Majelis Ulama Indonsia dan Kantor Urusan Agama
setempat, petugas Polsek dan Koramil Haurgeulis. Camat
Moh. Hayat berjanji akan memberikan hasil tertulis dari
pertemuan itu dan selanjutnya akan ditandatangani dr
Rebecca Laonita. Namun, hingga kini tidak ada berita
acara pertemuan tersebut. Yang ada hanya laporan MUI
ke Polsek Haergeulis pada 3 Mei 2005 tersebut dan
diproses secara hukum.
Pada 9 Mei 2005 dr Rebecca Laonita, Ratna Mala Bangun
dan Ety Pangesti memenuhi panggilan Polsek Haurgeulis
sebagai tersangka. Belakangan berkas perkara ketiga
guru sekolah minggu tersebut dilimpahkan ke Polres
Indramayu. Tanggal 14 Mei 2005 ketiga guru sekolah
minggu tersebut memenuhi panggilan Polres Indramayu
sebagai saksi sesuai dengan surat panggilan polisi
yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Reserse dan
Kriminal Polres Indramayu, Ajun Komisaris Polisi (AKP)
Suryanto. Namun, pada waktu ketiga diperiksa, penyidik
langsung menyatakan Rebecca Laonita, Ratna Mala Bangun
dan Ety Pangesti sebagai tersangka dengan tuduhan
pemurtadan serta kristenisasi di Kecamatan Haurgeulis,
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Di Mapolres Indramayu, ketiga diperiksa mulai dari
pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan diizinkan
pulang esok harinya. Pada Senin (16/5) pagi sekitar
pukul 08.00 WIB, Rabecca Laonita, Ratna Mala Bangun
dan Ety Pangesti diberitahu telah muncul surat
penahanan dan diminta untuk menandatangani serta
langsung berkemas karena akan dimasukkan ke Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Indramayu.
Mereka dikenakan tuduhan pasal 86 Undang Undang
No.23/2002 tentang Perlindungan Anak yang bunyinya:
"Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu
muslihat, rangkaian kebohongan, atau membujuk anak
untuk memilih agama lain bukan atas kemauannya
sendiri, padahal diketahui atau patut diduga bahwa
anak tersebut belum berakal dan belum bertanggungjawab
sesuai dengan agama yang dianutnya dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp 100.000.000 (seratus juta
rupiah)."
Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa
satu Alkitab dan enam kaos biru bertuliskan "Minggu
Ceria". Padahal, hingga kini anak-anak non-kristen
yang mengikuti sekolah minggu "Minggu Ceria" tersebut
tidak ada yang pindah agama.
Pembelaan Gus Dur
Sebelumnya, KH Abdurrachman Wahid telah meminta
Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
Johni Soeroto agar melepas ketiga ibu rumah tangga
yang juga mengajar guru sekolah minggu tersebut.
"Penahanan atas diri dr. Rebecca Laonita, Ratna Mala
Bangun dan Ety Pangesti dengan berdasarkan sangkaan
mereka memberikan keterangan salah kepada
anak-anak, ...maka penahanan atas diri mereka (yang
didasarkan pada pengaduan masyarakat) adalah tidak
tepat," tegas Gus Dur dalam suratnya tertanggal 26 Mei
2005.
Gus Dur melanjutkan, "Karena itu, saya harapkan
kesediaan Anda (Kapolres Indramayu-red) untuk
memerintahkan mereka dilepaskan dari tahanan, dan
pengaduan terhadap mereka di Pengadilan dibatalkan.
Masalah ini hendaknya diselidiki secara lebih
mendalam, sehingga orang yang tidak bersalah tidak
menjadi korban," tegasnya lagi.
Surat Gus Dur ini mendapatkan balasan dari MUI
Kecamatan Haurgeulis pada 27 Mei 2005 yang menegaskan
bahwa kasus ini pidana murni sesuai dengan KUHP pasal
156a, dan Pasal 86 Undang Undang No.23/2002 tentang
Perlindungan Anak.
"Dr. Rebecca dalam kasus ini telah melakukan
pemurtadan terhadap anak-anak Islam di Kecamatan
Hargeulis," demikian surat yang ditandatangani oleh
Ketua MUI setempat, KH Mundzir Mahmud, Sekretaris
Asyrofin THS dan Ketua Tim Advokasi MUI setempat H.
Eri Isnaeni, SH.
Akibat vonis itu, menurut laporan Maranatha Christian
Jurnal yang beredar di Eropa dan Amerika Serikat bahwa
ketiga ibu rumah tangga tersebut harus berpisah dengan
anak-anak mereka. "Bangun has sent her children to
live with their grandfather on Sumatra Island.
Pangesti and Zakaria's children will also be moved to
another location in the near future to protect them
from possible attacks or intimidation during the
trial." Demikian sebuah media asing melansir perihal
nasib guru sekolah minggu "Minggu Ceria" itu.
Vonis sudah dijatuhkan dan dr Rebecca Laonita, Ratna
Mala Bangun dan Ety Pangesti, ketiga guru sekolah
minggu "Minggu Ceria" itu kini menghuni Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Indramayu, Jawa Barat.
Setidaknya hal itu sama persis apa yang dialami
Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba Allah yang
dilempar ke dalam dapur api oleh Raja Nebukadnezar.
Namun, di balik peristiwa itu ada berkat yang melimpa
dan nama Tuhan dimuliakan!
Bukankah esok atau lusa, mati pun aku sendiri
--Messakh, Obbie
---------------------------------------------------------
SUARA PEMBARUAN DAILY
Apa Alasan Mereka Menutup Gereja?
Oleh Mohamad Guntur Romli
SAYA sebagai seorang muslim sangat terkejut dengan pemberitaan penutupan
secara paksa gereja-gereja di Jawa Barat yang dilakukan oleh sekelompok
umat Islam. Kelompok itu menamakan dirinya sebagai Aliansi Gerakan Anti
Pemurtadan (AGAP). Tidak hanya sekadar melakukan penutupan paksa, tapi
juga disertasi dengan tindakan kekerasan (Suara Pembaruan, 24/8).
Terlintas dalam benak saya, apa alasan mereka menutup gereja?
Bagi saya pribadi, citra gereja, seperti halnya masjid, pura, wihara, dan
tempat-tempat ibadah lainnya yang digunakan untuk memuji dan menyembah
Tuhan. Dalam pandangan Al-Quran, rumah-rumah Tuhan tersebut, wajib
dipelihara tidak hanya oleh pemeluk agamanya saja, namun juga oleh seluruh
pemeluk agama. Pada prinsipnya Rumah Tuhan adalah "rumah bersama" yang
wajib dilindungi.
Allah Swt menegaskan hal ini dalam Surat Al-Hajj (22) Ayat 40 yang
ditujukan pada kaum muslimin untuk memelihara tempat-tempat ibadah,
"Sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan
sebagian yang lain, telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja,
rumah-rumah ibadat Yahudi (sinagog) dan masjid-masjid yang di dalamnya
banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang
menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi
Mahaperkasa."
Memelihara dan melindungi tempat ibadah merupakan implementasi dari
prinsip kebebasan beragama dalam Islam. Perlindungan tersebut dipertegas
dalam ayat yang sangat populer lâ ikrâhâ fi al-dîn "tidak ada paksaan
dalam beragama" (Al-Baqarah: 256). Seorang ahli tafsir (mufassir) klasik,
Al-Thabari dalam karyanya Jâmi' al-Bayân menuturkan kisah dari
sebab-musabab (asbâb al-nuzûl) ayat tersebut turun.
Seorang bapak beragama Islam yang berasal dari suku Salim bin Awf, di
Madinah memiliki dua anak yang memeluk Kristen. Ketika dua anaknya datang
berkunjung, sang bapak mengajak dua anaknya memeluk Islam. Namun keduanya
menolak. Kemudian, sang bapak membawa kedua anaknya ke hadapan Rasulullah,
dan meminta beliau turun tangan.
Persis pada saat itulah, menurut Al-Thabari, Allah menurunkan ayat "Tidak
ada paksaan dalam agama." Sang bapak mematuhi perintah Rasulullah, dan
memberi kebebasan pada dua anaknya memeluk agamanya. Selain itu, untuk
melindungi umat non-Islam juga, Rasulullah telah menjadikan dirinya
sebagai jaminan. Dalam sabdanya, Man adzâ dzimmiyan faqad âdzânî (barang
siapa yang menyakiti non-muslim, maka dia telah menyakitiku).
Kebebasan beragama, tidak hanya menjadi wacana, namun juga menjadi
kebijakan publik Rasulullah sebagai panutan dan pemimpin masyarakat.
Kesepakatan Rasulullah dengan pelbagai suku dan agama di Madinah yang
dikenal dengan Piagam Madinah, Mîtsâq al-Madînah, dinilai oleh Muhammad
Husain Haikal, penulis buku Hayât Muhammad (Biografi Muhammad) sebagai
implementasi dari kebebasan beragama. Lebih dari itu, masih menurut Husan
Haikal, kesepakatan tersebut merupakan dokumen politik yang patut dikagumi
sepanjang sejarah.
Diriwayatkan juga dalam sebuah hadis, "Ketika datang rombongan Nasrani
Najran berjumlah lima belas orang yang dipimpin oleh Abu al-Harits,
Rasulullah berdialog dengan mereka. Ketika mereka hendak beribadah, beliau
mempersilakan mereka untuk melakukan ibadah di Mesjid Nabawi, sedangkan
Rasulullah beserta sahabat salat di bagian lain."
Cerita ini benar-benar menakjubkan. Umat Kristiani yang tidak memiliki
tempat ibadah, dipersilahkan oleh Rasulullah melakukan kebaktian di
masjid. Tidak seperti yang terjadi saat ini, pendirian gereja dipersulit
dengan perizinan yang rumit, ketika berdiri pun malah ditutup!
Kebijkan Rasulullah tersebut dilanggengkan oleh para pemimpin sesudahnya.
Ketika Umat bin Khattab menaklukkan Yerusalem pada tahun 638 M, memberikan
jaminan terhadap kaum Kristiani dan Yahudi yang diabadikan dalam Piagam
Alia. Salah satu poin terpenting dari piagam tersebut adalah, jaminan
kehidupan, penghidupan, dan rumah-rumah ibadah yang tidak boleh diduduki,
atau dihancurkan.
Oleh karena itu, segala tindakan penutupan terhadap rumah-rumah ibadah
sama sekali tidak memiliki landasan dalam Islam. Dalam kondisi perang pun,
rumah-rumah ibadah merupakan daerah terlarang untuk diserang, seperti
halnya terhadap anak-anak, perempuan, orang tua, orang cacat dan orang
sipil.
Namun, yang mengherankan bagi saya adalah alasan mereka yang berasal dari
Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.
01/BER/mdn-mag/1969.
SKB tersebut ditandatangani oleh KH Moh Dahlan sebagai menteri agama dan
Amir Machmud sebagai menteri dalam negeri di Jakarta tanggal 13 September
1969. Aturan yang dimaksud dalam SKB tersebut adalah Pasal 4 ayat (1)
"setiap pendirian tempat ibadah perlu mendapatkan izin dari Kepada Daerah
atau pejabat pemerintahan" dan ayat 2, "Kepala Daerah atau pejabat yang
dimaksud dalam ayat (1) pasal ini memberikan izin yang dimaksud, setelah
mempertimbangkan: a. pendapat Kepala Perwakilan Departemen Agama setempat;
b. planologi; c. kondisi dan keadaan setempat."
SKB tersebutlah yang menjadi pangkal persoalan ini karena memasung
kebebasan agama yang menjadi landasan utama konstitusi kita. Dalam UUD 45
Pasal 29 ayat (2) disebutkan, "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu."
Dalam Pasal 28E tentang Hak Asasi Manusia hasil amendemen UUD 1945 tahun
2000 disebutkan, (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat
menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,
memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya, serta berhak kembali.
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan
pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. (3) Setiap orang berhak
atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Kesimpulannya, isi SKB tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan dan
kemerdekaan umat beragama untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya
masing-masing. Oleh karena itu, sudah seharusnya SKB tersebut dicabut.
Dalam SKB itu juga, kebebasan dan kemerdekaan beragama "ditertibkan" oleh
kepada daerah setempat khususnya hal-ihwal pendirian rumah ibadah. Tidak
hanya berkenaan dengan rumah-rumah ibadah; gereja, masjid, musola, dan
lain-lain wajib mengantongi surat izin.
Dalam Pasal 3 ayat (1) juga disebutkan, "Kepala Perwakilan Departemen
Agama memberikan bimbingan, pengarahan, dan pengawasan terhadap mereka
yang memberikan penerangan/penyuluhan/ceramah agama/khotbah-khotbah di
rumah-rumah ibadah..."
Dalam SKB ini pemerintah telah melampaui wewenangnya yang seharusnya
memberikan jaminan kebebasan beragama bagi umat beragama, bukan malah
mencampuri dengan melakukan pengawasan hingga taraf mengawasi
khotbah-khotbah.
Jika kembali ke pertanyaan awal, apa alasan mereka menutup gereja?
Surat-surat dalam Al-Quran, dan risalah Rasulullah, atau Surat Keputusan
Bersama (SKB) dua menteri itu yang kontroversial itu? Atau mereka hanya
mencari-cari alasan?
Jika pun mengikuti aturan SKB tersebut dalam Pasal 5 ayat (2) disebutkan,
"jika dalam hal perselisihan/pertentangan tersebut menimbulkan tindakan
pidana, maka penyelesaiannya harus diserahkan kepada alat-alat penegak
hukum yang berwenang dan diselesaikan berdasarkan hukum."
Dan tentu saja aksi kekerasan, penyerangan dan pemaksaan yang dilakukan
oleh kelompok itu ketika menutup paksa sejumlah gereja, merupakan tindakan
pidana yang nyata. Wallahu A'lam. *
Penulis adalah aktivis Jaringan Islam Liberal
---------------------------------------------------------
Semoga seluruh artikel itu menjadi pembelajaran bagi kita semua bersama umat beragama dan kita bisa hidup berdampingan dalam kedamaian yang tidak kacau.
salam damai.
2005/08/17
60 tahun ini kemana aje loe
Dear Indonesia,
Aduh grogi nih pengen ngomong paan sama Indonesia hihi. Haw ar yu ma fren ? What ?Iye gue tau lo ancur banget, lagian gue nanyakan cuma basa-basi aja ga perlu dijawab fren coz gue dah tau hati lo is broken so deep.
Duh nama lo panjang banget Indonesia manggilnya paan ? Indo ? Nesia ? Sia ? Mhh puyeng, manggilnya apa dong ? Necy ? Sounds good.. Okay from now i'll call you "Necy". Well Necy, i would like to congrat you for your 60th anniversary.. Dirgahayu Indonesiaku yang ke-60.
Well sebenernya ini hari ulang tahun loe or hari kemerdekaan negara kita sih ? Kalo hari ulang tahun lo sih gue ngerti tapi kalo hari kemerdekaan itu yang bikin gue 100% bingung en sedikit ketombean. Ketombean karena mikirin apa sih yang merdeka ? Gue ga tau hal keren apa yang ada di loe sampai gue ngeliat stagnasi pembangunan di atas bumi indonesia ini. Loe pernah dikhianati waktu Orde Baru terus reformasi gak mengobati luka loe en malah tambah parah yah.. transformasi ? Apa loe kena kutuk ? Apa loe Kualat ? Apa loe .... ? Euh.. 60 tahun loh, seharusnya loe udah bisa jadi negara yang besar, terkuat dan tak terkalahkan !! Tapi apa yang terjadi ? Argh lieur euy, lo ada tapi seperti ga ada, apa ya namanya? Ada dan Tiada kalau kata Utopia mah. Hal terbaik yang bisa gue lakukan untuk loe ya jadi diri sendiri dan mulai semua dengan sesuatu dengan benar, jujur dan bertanggung jawab. Kenapa ? Because kepercayaan gue ke orang-orang yang duduk di pemerintahan udah hilang. Kenapa hilang ? Karena mereka semuanya LIEUR !
So pemuda-pemudi mari kita mulai sebuah generasi baru, generasi pembaharu, generasi penyembuh, generasi yang memberikan harapan besar dan ga cuma harapan kosong, generasi kita harus menjadikannya sebuah kenyataan dan bekal bagi generasi selanjutnya ketika kita sudah lenyap dari permukaan bumi. Saatnya kita tinggalkan narkoba, minuman keras, free sex, dan hal lain yang penuh dengan omong kosong dan yang hanya memberikan mimpi-mimpi yang gak pasti. Saatnya kita berubah, gak asik kalo kita bernasib sama dengan 'pendahulu' kita. Kita manusia n because of that we never feel satisfy with everything that we have had, yes ga pernah puas, so kita cari kepuasan dengan ngebangun negri ini, ngubah semuanya biar jadi indah dan layak huni. C'mon be grow up man/woman and let's think about our future and our next generation! Kan ada kalanya yang Tua MATI dan digantikan dengan generasi yang baru yang lebih muda, siapa lagi kalau bukan KITA ? Yes US (US bukan amrik tapi kita:p). Bagusnya lagi kalau pemerintahan yang ada sekarang direformasi, biarkanlah yang muda diberi kesempatan buat ngatur nih negara, yang tua jangan marah ya(ngalah dikit dong om/tante), masa kalian sudah lewat kini giliran kami yang take over this nation !
So Necy don't be afraid we'll save you, just give us one more time okay ? Tuhan tolong ulurkan tangan dan curahkan berkat diatas bangsa ini, bantu kami dalam memulihkan negri ini. Amiennnnnn.. GOD BLESS INDONESIA !
indonesia bangkit
kala ini aku bosan
di masa semua merasa besar dan benar
acuh angkuh dan rakus serakah akan kuasa
apalah arti semua itu hai manusia
pikirkan siapa yang jadi korban akan ulahmu
ah bahkan kau tidak ambil pusing sedikitpun
egois individualismu itu baiknya mati saja
sadarkah dirimu indonesia sedang sekarat
ia harapkan setitik ramuan pemulihan
dari siapa ia akan dapatkan obat itu
tiada lain dari kita yang tinggal didalamnya
sudahlah mari kita bergandengan tangan
ucapkan sumpah pemuda sekali lagi
dengan segenap dan setulus hatimu
tua muda bukan sebuah sandungan
bersama kita hancurkan beban yang mengikatnya
dengan hati bersih kita sucikan jalannya
hanya dengan tekad kuat kita bisa menyelamatkannya
biarkan ia bangkit dan berdiri kembali
ketika ia sudah bisa tersenyum dan terbang
mari kita proklamirkan naskah itu sekali lagi
naskah yang pernah memerdekakan kita
teriakan dengan lantang bersama-sama
biar seluruh dunia tau indonesia telah bangkit
dan merdeka itu telah kita renggut kembali
Written for one nation i loved : INDONESIA.
dapit.budi.
Aduh grogi nih pengen ngomong paan sama Indonesia hihi. Haw ar yu ma fren ? What ?Iye gue tau lo ancur banget, lagian gue nanyakan cuma basa-basi aja ga perlu dijawab fren coz gue dah tau hati lo is broken so deep.
Duh nama lo panjang banget Indonesia manggilnya paan ? Indo ? Nesia ? Sia ? Mhh puyeng, manggilnya apa dong ? Necy ? Sounds good.. Okay from now i'll call you "Necy". Well Necy, i would like to congrat you for your 60th anniversary.. Dirgahayu Indonesiaku yang ke-60.
Well sebenernya ini hari ulang tahun loe or hari kemerdekaan negara kita sih ? Kalo hari ulang tahun lo sih gue ngerti tapi kalo hari kemerdekaan itu yang bikin gue 100% bingung en sedikit ketombean. Ketombean karena mikirin apa sih yang merdeka ? Gue ga tau hal keren apa yang ada di loe sampai gue ngeliat stagnasi pembangunan di atas bumi indonesia ini. Loe pernah dikhianati waktu Orde Baru terus reformasi gak mengobati luka loe en malah tambah parah yah.. transformasi ? Apa loe kena kutuk ? Apa loe Kualat ? Apa loe .... ? Euh.. 60 tahun loh, seharusnya loe udah bisa jadi negara yang besar, terkuat dan tak terkalahkan !! Tapi apa yang terjadi ? Argh lieur euy, lo ada tapi seperti ga ada, apa ya namanya? Ada dan Tiada kalau kata Utopia mah. Hal terbaik yang bisa gue lakukan untuk loe ya jadi diri sendiri dan mulai semua dengan sesuatu dengan benar, jujur dan bertanggung jawab. Kenapa ? Because kepercayaan gue ke orang-orang yang duduk di pemerintahan udah hilang. Kenapa hilang ? Karena mereka semuanya LIEUR !
So pemuda-pemudi mari kita mulai sebuah generasi baru, generasi pembaharu, generasi penyembuh, generasi yang memberikan harapan besar dan ga cuma harapan kosong, generasi kita harus menjadikannya sebuah kenyataan dan bekal bagi generasi selanjutnya ketika kita sudah lenyap dari permukaan bumi. Saatnya kita tinggalkan narkoba, minuman keras, free sex, dan hal lain yang penuh dengan omong kosong dan yang hanya memberikan mimpi-mimpi yang gak pasti. Saatnya kita berubah, gak asik kalo kita bernasib sama dengan 'pendahulu' kita. Kita manusia n because of that we never feel satisfy with everything that we have had, yes ga pernah puas, so kita cari kepuasan dengan ngebangun negri ini, ngubah semuanya biar jadi indah dan layak huni. C'mon be grow up man/woman and let's think about our future and our next generation! Kan ada kalanya yang Tua MATI dan digantikan dengan generasi yang baru yang lebih muda, siapa lagi kalau bukan KITA ? Yes US (US bukan amrik tapi kita:p). Bagusnya lagi kalau pemerintahan yang ada sekarang direformasi, biarkanlah yang muda diberi kesempatan buat ngatur nih negara, yang tua jangan marah ya(ngalah dikit dong om/tante), masa kalian sudah lewat kini giliran kami yang take over this nation !
So Necy don't be afraid we'll save you, just give us one more time okay ? Tuhan tolong ulurkan tangan dan curahkan berkat diatas bangsa ini, bantu kami dalam memulihkan negri ini. Amiennnnnn.. GOD BLESS INDONESIA !
indonesia bangkit
kala ini aku bosan
di masa semua merasa besar dan benar
acuh angkuh dan rakus serakah akan kuasa
apalah arti semua itu hai manusia
pikirkan siapa yang jadi korban akan ulahmu
ah bahkan kau tidak ambil pusing sedikitpun
egois individualismu itu baiknya mati saja
sadarkah dirimu indonesia sedang sekarat
ia harapkan setitik ramuan pemulihan
dari siapa ia akan dapatkan obat itu
tiada lain dari kita yang tinggal didalamnya
sudahlah mari kita bergandengan tangan
ucapkan sumpah pemuda sekali lagi
dengan segenap dan setulus hatimu
tua muda bukan sebuah sandungan
bersama kita hancurkan beban yang mengikatnya
dengan hati bersih kita sucikan jalannya
hanya dengan tekad kuat kita bisa menyelamatkannya
biarkan ia bangkit dan berdiri kembali
ketika ia sudah bisa tersenyum dan terbang
mari kita proklamirkan naskah itu sekali lagi
naskah yang pernah memerdekakan kita
teriakan dengan lantang bersama-sama
biar seluruh dunia tau indonesia telah bangkit
dan merdeka itu telah kita renggut kembali
Written for one nation i loved : INDONESIA.
dapit.budi.
2005/07/21
Stress gak sih ini teh.
raih dan selesaikan
di akhir perjalanan ilmuku
sakit di kepala tak terbendung
tekanan mental semakin menghujam
aku terjerat kitab catatan semester
terhunus kata dan angka didalamnya
sampai pojokanku di sudut penuh tanya
tekan imajinasi pikirku sampai bisu
otakku katakan tolak dan diapun acuh
entah karena lelah atau derita
namun hati ini tetap berkata pasti
semua demi menuju suatu cahaya
cahaya yang terangi jalanku
sinari setiap langkah hidupku
segera ambil semua itu demimu
jangan pernah pikir itu sia belaka
selesaikan semua sampai tuntas
dan biarkan semua memandang tersenyum
sampai akhirnya secercah cahaya bersinar
terangi jalan dan hidup ini
ditulis di tengah-tengah ujian akhir semester 4 gue
Mhh.. gue nulis ini karena kepala gue dah berat pisan sama pelajaran, terus terang ini kepala bukan berat karena belajar tapi karena stress mikirin apa yang mau dipelajarin. Bingung jadinya sampe-sampe beberapa pelajaran gue gak pelajarin serius, tu buku hanya gue bawa-bawa aja padahal gak dibaca :D.
Tulisan ini gue baca berulang ulang ulang kali sampai gue nemuin semangat buat belajar lagi.. yes.. belajar en belajar coz masih banyak orang yang ga mengenyam pendidikan kawan... so sekarang gue belajar demi GUE ! LOE ! EN SEMUA !
AYO KAULA MUDA: MAJU TERUS PENDIDIKAN INDONESIA ... !!
di akhir perjalanan ilmuku
sakit di kepala tak terbendung
tekanan mental semakin menghujam
aku terjerat kitab catatan semester
terhunus kata dan angka didalamnya
sampai pojokanku di sudut penuh tanya
tekan imajinasi pikirku sampai bisu
otakku katakan tolak dan diapun acuh
entah karena lelah atau derita
namun hati ini tetap berkata pasti
semua demi menuju suatu cahaya
cahaya yang terangi jalanku
sinari setiap langkah hidupku
segera ambil semua itu demimu
jangan pernah pikir itu sia belaka
selesaikan semua sampai tuntas
dan biarkan semua memandang tersenyum
sampai akhirnya secercah cahaya bersinar
terangi jalan dan hidup ini
ditulis di tengah-tengah ujian akhir semester 4 gue
Mhh.. gue nulis ini karena kepala gue dah berat pisan sama pelajaran, terus terang ini kepala bukan berat karena belajar tapi karena stress mikirin apa yang mau dipelajarin. Bingung jadinya sampe-sampe beberapa pelajaran gue gak pelajarin serius, tu buku hanya gue bawa-bawa aja padahal gak dibaca :D.
Tulisan ini gue baca berulang ulang ulang kali sampai gue nemuin semangat buat belajar lagi.. yes.. belajar en belajar coz masih banyak orang yang ga mengenyam pendidikan kawan... so sekarang gue belajar demi GUE ! LOE ! EN SEMUA !
AYO KAULA MUDA: MAJU TERUS PENDIDIKAN INDONESIA ... !!
2005/06/16
jakarta aku datang
Wah ini tulisan lama,kalo enggak salah Juni 2002 waktu gue pertama kali menginjakan kaki ke jakarta untuk BEKERJA not for FUN! damn it.. jakarta sucks but i still live on this god damn sitih...
hai jakarta aku datang
ku angkat kaki sambil berdoa
rengkuh masa depan belum terbayang
jenuhku mulai merasuk ke relung tubuhku
sebagian otakku kram oleh semua yang seragam
pertama nampak indah dan menawan
namun setelah dihajar bertubi tubi
semuanya jadi memuakkan
berakhir di jam keempat
dan ini sudah sangat lebih dari cukup
sosok monas di kiri berdiri angkuh
ditambah gedung gedung di kanan kiri
menjulang menghalangi sinar surya
mereka semakin dekat
masih saja menyombongkan diri
tidak adakah sebuah sapa
sial aku berakhir di kota ini
dengan semua yang asing
baru dan pasti hantui langkahku
ini jalanku
ini hidupku
baik buruk asam manis tangis tawa
terjadilah semuanya
karna ini jalan hidupku
hai jakarta aku datang
ku angkat kaki sambil berdoa
rengkuh masa depan belum terbayang
jenuhku mulai merasuk ke relung tubuhku
sebagian otakku kram oleh semua yang seragam
pertama nampak indah dan menawan
namun setelah dihajar bertubi tubi
semuanya jadi memuakkan
berakhir di jam keempat
dan ini sudah sangat lebih dari cukup
sosok monas di kiri berdiri angkuh
ditambah gedung gedung di kanan kiri
menjulang menghalangi sinar surya
mereka semakin dekat
masih saja menyombongkan diri
tidak adakah sebuah sapa
sial aku berakhir di kota ini
dengan semua yang asing
baru dan pasti hantui langkahku
ini jalanku
ini hidupku
baik buruk asam manis tangis tawa
terjadilah semuanya
karna ini jalan hidupku
2005/05/31
teman
Ehem 666x, dear my fellas.. gue baru baca buku novel tentang sebuah persahabatan yang terjalin cukup apik dari sejak mereka sekolah di high school sampai mereka mempunyai anak. Sebelum baca buku ini gue ngerasain kehadiran temen temen di sekitar gue tuh biasa biasa aja dan gak ada spesial2nya sama sekali tapi sewaktu baca buku ini gue ngerasain kalau seorang teman bahkan lebih dari seorang itu sangatlah teramat berarti bagi gue.
Terus gue ngebayangin waktu gue sekolah dulu kaya gini :
waktu sekolah bolos bareng sama siapa ? maen bareng sama siapa ? nyontek ke siapa kalo gak bisa ngisi ujian ? nyoba hal hal yang baru dengan siapa ? kemping ke gunung pertama kali sama siapa ? buat band pertama kali sama siapa ? nginep di rumah siapa waktu habis maen malem minggu ? jalan jalan keliling kota cuma buat cari cewe cakep + mejeng mejeng sama siapa ? nongkrong paling lama dengan siapa ? curhat sama siapa ? berkelahi sama siapa ? adu mulut sama siapa ? saling hujat dengan siapa ? adu argumen dengan siapa ? marah2an sama siapa ? cuek2an / diem2an sama siapa ? dan masih banyak lagi lagi lagi dan lagi itu semua dengan SIAPA ? dengan siapa kalau dengan temen sendiri ya gak ?
En sampe gue buat rules in making friend, nih :
FRIENDSHIP RULES
1. teman tidak boleh berbohong
2. temen no hard feeling
3. temen harus saling pengertian
4. temen tidak boleh suudzon (berpikiran jelek terhadap temennya)
5. dilarang makan teman sendiri (pagar makan tanaman gitu, bukan kanibal loh)
6. temen harus terbuka
7. pren in nit is a pren in did (ngartilah)
8. temen yang baik mau mendengarkan curhatan temennya sendiri
9. seorang teman harus mengingatkan temannya kalau dia salah jalan
Lucu ya dan sepertinya rule itu masih kurang atau friendship itu gak perlu aturan ?
Wuih.. seneng sekali gue yang hina ini punya yang namanya temen, gak cuma 1 tapi banyak lagi. Makasih banget kawan, lo semua bagian di hidup gue en gak akan gue lupain loe semua kecuali gue anemia eh amnesia atau lupa ingetan.
to : my beloved friends who always took a place in my heart and mind.
sebuah arti kecil buat seorang
sahabat teman kawan karib
teman...
detik menit jam hariku
penuh akan tawamu
penuh dengan candamu
hangatkanku dikala gundah
gembirakanku saat galau
kadang bersama kita bersedih
tangis bahagia dan duka tercurah
namun sedih itu tidak selamanya
teman...
suara kata senyum perhatianmu
hadir di setiap kita bertatap
mencoba gali sebuah makna dalam kata
pupuk sebuah teman agar tumbuh sahabat
yang karib
tersolid
tak terpecah dan kekal abadi senantiasa
sampai kita terpisah oleh jembatan maut
kawan...
terima kasih
kau warna dan dirimu adalah rasa
dirimu toreh hatiku untuk sebuah masa
kala masing masing kita adalah bodoh
lugu polos dan tertopengi wajah tak berdosa
masih buta akan dunia yang tak berbentuk
serta tuli akan bumi yang slalu bising dan berisik
bersama kita berjalan sampai bertemu sebuah titik
berbekal saling percaya yang tulus
sampai menemukan satu tugu lompatan diri
tuk sentuh mimpi yang pernah menjadi angan dan cita
kawan...
maaf
semua sikap dan lakuku bila itu menghantuimu
segala kurang dan ketidaksempurnaanku
semua ini petaka kita sebagai manusia
salah kasar ego sinis di sisi negatifku
memang semua itu terlalu naif
kan kucoba terus musnahkan dari relung hati ini
sampai ceria dan tawa semerbak kembali
sahabat...
akhirnya
hari ini mungkin kita tidak bersama
tapi tidak dengan semua kisah dan cerita kita
semua terbungkus rapih aman di sanubariku
foto kita bersama masih bertengger di kamarku
dan kadang kusimpulkan bibir saat menatapnya
ingatkan ke masa yang terindah bersamamu
karena ini cerita manusia yang bersahabat
penuh dengan sesuatu yang menakjubkan
yang selalu ramaikan dunia yang sepi
sampai dunia menemukan ajalnya
Sedikit bocoran tentang buku itu
Judul : 5cm (2005)
Author : Donny siapa gitu nama belakangnya gue lupa, bukunya sedang dipinjem hihi.
Mungkin masih banyak buku yang ngangkat tema friendship tapi buku ini memberikan kesan khusus ke gue GITU LOKH !!!
sekian dulu..
peace all over the world..
Terus gue ngebayangin waktu gue sekolah dulu kaya gini :
waktu sekolah bolos bareng sama siapa ? maen bareng sama siapa ? nyontek ke siapa kalo gak bisa ngisi ujian ? nyoba hal hal yang baru dengan siapa ? kemping ke gunung pertama kali sama siapa ? buat band pertama kali sama siapa ? nginep di rumah siapa waktu habis maen malem minggu ? jalan jalan keliling kota cuma buat cari cewe cakep + mejeng mejeng sama siapa ? nongkrong paling lama dengan siapa ? curhat sama siapa ? berkelahi sama siapa ? adu mulut sama siapa ? saling hujat dengan siapa ? adu argumen dengan siapa ? marah2an sama siapa ? cuek2an / diem2an sama siapa ? dan masih banyak lagi lagi lagi dan lagi itu semua dengan SIAPA ? dengan siapa kalau dengan temen sendiri ya gak ?
En sampe gue buat rules in making friend, nih :
FRIENDSHIP RULES
1. teman tidak boleh berbohong
2. temen no hard feeling
3. temen harus saling pengertian
4. temen tidak boleh suudzon (berpikiran jelek terhadap temennya)
5. dilarang makan teman sendiri (pagar makan tanaman gitu, bukan kanibal loh)
6. temen harus terbuka
7. pren in nit is a pren in did (ngartilah)
8. temen yang baik mau mendengarkan curhatan temennya sendiri
9. seorang teman harus mengingatkan temannya kalau dia salah jalan
Lucu ya dan sepertinya rule itu masih kurang atau friendship itu gak perlu aturan ?
Wuih.. seneng sekali gue yang hina ini punya yang namanya temen, gak cuma 1 tapi banyak lagi. Makasih banget kawan, lo semua bagian di hidup gue en gak akan gue lupain loe semua kecuali gue anemia eh amnesia atau lupa ingetan.
to : my beloved friends who always took a place in my heart and mind.
sebuah arti kecil buat seorang
sahabat teman kawan karib
teman...
detik menit jam hariku
penuh akan tawamu
penuh dengan candamu
hangatkanku dikala gundah
gembirakanku saat galau
kadang bersama kita bersedih
tangis bahagia dan duka tercurah
namun sedih itu tidak selamanya
teman...
suara kata senyum perhatianmu
hadir di setiap kita bertatap
mencoba gali sebuah makna dalam kata
pupuk sebuah teman agar tumbuh sahabat
yang karib
tersolid
tak terpecah dan kekal abadi senantiasa
sampai kita terpisah oleh jembatan maut
kawan...
terima kasih
kau warna dan dirimu adalah rasa
dirimu toreh hatiku untuk sebuah masa
kala masing masing kita adalah bodoh
lugu polos dan tertopengi wajah tak berdosa
masih buta akan dunia yang tak berbentuk
serta tuli akan bumi yang slalu bising dan berisik
bersama kita berjalan sampai bertemu sebuah titik
berbekal saling percaya yang tulus
sampai menemukan satu tugu lompatan diri
tuk sentuh mimpi yang pernah menjadi angan dan cita
kawan...
maaf
semua sikap dan lakuku bila itu menghantuimu
segala kurang dan ketidaksempurnaanku
semua ini petaka kita sebagai manusia
salah kasar ego sinis di sisi negatifku
memang semua itu terlalu naif
kan kucoba terus musnahkan dari relung hati ini
sampai ceria dan tawa semerbak kembali
sahabat...
akhirnya
hari ini mungkin kita tidak bersama
tapi tidak dengan semua kisah dan cerita kita
semua terbungkus rapih aman di sanubariku
foto kita bersama masih bertengger di kamarku
dan kadang kusimpulkan bibir saat menatapnya
ingatkan ke masa yang terindah bersamamu
karena ini cerita manusia yang bersahabat
penuh dengan sesuatu yang menakjubkan
yang selalu ramaikan dunia yang sepi
sampai dunia menemukan ajalnya
Sedikit bocoran tentang buku itu
Judul : 5cm (2005)
Author : Donny siapa gitu nama belakangnya gue lupa, bukunya sedang dipinjem hihi.
Mungkin masih banyak buku yang ngangkat tema friendship tapi buku ini memberikan kesan khusus ke gue GITU LOKH !!!
sekian dulu..
peace all over the world..
2005/05/25
Romantis ?
How to be a romantic boy?
ini cara-caranya dari temen gue nih :
1. Mandangin matahari terbenam bareng
2. Saling berbisik
3. Masak buat doi
4. Jalan pas hujan
5. Pegangan tangan
6. Beliin kado/hadiah buat doi
7. Mawar
8. Cari cologne/parfum/wangi2an yang doi demen ... en ... pake tiap kali bareng doi
9. Jalan bareng di pantai tengah malem
10. Tulisin puisi buat doi
11. Pelukan tuh obat yang umum buat doi
12. Bilang I love You, ngomongnya hanya pas lu emank bener lagi ngerasain hal itu en pastiin doi tau lu bener2 demen ama die
13. Kasi doi kado yang beda misalnya bunga/permen/puisi de el el
14. Ngomong ke doi bilang dia tuh satu2nya orang yang lu mau ... Jangan bo`ong!
15. Habiskan tiap detik bareng2 doi
16. Pandangin mata doi
17. Pas remang2 angkat dagu doi, pandangin mata doi, bilang ke doi lu sayang ama die. En--- kiss doi
18. Pas lagi rame, saling gandengan
19. Selipin pesan yang nyatain lu sayang ama die pas dia gak tau
20. Beliin doi cincin
21. Nyanyi bareng doi
22. Selalu pegang doi di sekitar pinggang
23. Bawa doi pegi makan bareng en makan malem bedua
24. Spaghetti? (pernah liat cewek dengan petualangan?)
25. Pegang tangan doi, tatap mata doi, kiss tangan doi en simpen di ati lu
26. Dansa bareng doi
27. Gue demen pas doi sedeng tidur yang keliatan tanpa dosa di pangkuan gue
28. Lakukan hal yang manis misalnya tulis I love you di kertas sampe doi bakal ngeliat cermin buat baca tulisan itu
29. Minta ijin buat nelpon doi tiap 5 menit
30. Pas lu lagi sibuk bikin sesuatu, tinggalin buat hubungi doi en ngomong gua sayang ama lu
31. Hubungi doi dari tempat kerja lu buat ngomong lu lagi mikirin doi
32. Inget apa yang jadi cita2 lu en kasi tau doi ttg cita2 lu itu
33. Dengerin apa yang doi bilang en dukung doi
34. Bilang ke doi rahasia/masalah yang lu adepin
35. Kasi kesan yang baek ke ortu doi
36. Sisirin rambut doi dari wajah doi
37. Menggantungkan diri ke temen2 doi
38. sembayang bareng doi
39. Bawa doi pegi nonton film yang romantis inget bagian film yang doi demen
40. Saling mempelajari en jangan buat kesalahan yang sama 2 kali
41. Buat kegembiraan yang lu rasain pas waktu lu cuma bedua
42. Saling mau berkorban
43. Bener-bener saling menyayangi, ato gak usah tetep bareng lagi
44. Enggak pernah ngelupain doi sedetik pun selama hari memberi en pastiin doi tau hal itu
45. Sayangi diri sendiri dulu sebelon sayangi orang laen
46. Pelari bahasa laen buat ngomong hal yang manis
47. Kirimin lagu dari radio buat doi
48. Telpon barenf doi sampe tidur
49. Belain doi pas ada seseorang ngomong kasar ke doi
50. Gak pernah lupain ciuman selamat malem.
kalo gue mah : be myself sajah, romantis gak romantis gimana ceweknya, parameter romantis seorang cewe kan beda2 gitu LOKH. Stupid banget gue nulis ginian ! Soalnya ga ada yang harus ditulis seh.
ini cara-caranya dari temen gue nih :
1. Mandangin matahari terbenam bareng
2. Saling berbisik
3. Masak buat doi
4. Jalan pas hujan
5. Pegangan tangan
6. Beliin kado/hadiah buat doi
7. Mawar
8. Cari cologne/parfum/wangi2an yang doi demen ... en ... pake tiap kali bareng doi
9. Jalan bareng di pantai tengah malem
10. Tulisin puisi buat doi
11. Pelukan tuh obat yang umum buat doi
12. Bilang I love You, ngomongnya hanya pas lu emank bener lagi ngerasain hal itu en pastiin doi tau lu bener2 demen ama die
13. Kasi doi kado yang beda misalnya bunga/permen/puisi de el el
14. Ngomong ke doi bilang dia tuh satu2nya orang yang lu mau ... Jangan bo`ong!
15. Habiskan tiap detik bareng2 doi
16. Pandangin mata doi
17. Pas remang2 angkat dagu doi, pandangin mata doi, bilang ke doi lu sayang ama die. En--- kiss doi
18. Pas lagi rame, saling gandengan
19. Selipin pesan yang nyatain lu sayang ama die pas dia gak tau
20. Beliin doi cincin
21. Nyanyi bareng doi
22. Selalu pegang doi di sekitar pinggang
23. Bawa doi pegi makan bareng en makan malem bedua
24. Spaghetti? (pernah liat cewek dengan petualangan?)
25. Pegang tangan doi, tatap mata doi, kiss tangan doi en simpen di ati lu
26. Dansa bareng doi
27. Gue demen pas doi sedeng tidur yang keliatan tanpa dosa di pangkuan gue
28. Lakukan hal yang manis misalnya tulis I love you di kertas sampe doi bakal ngeliat cermin buat baca tulisan itu
29. Minta ijin buat nelpon doi tiap 5 menit
30. Pas lu lagi sibuk bikin sesuatu, tinggalin buat hubungi doi en ngomong gua sayang ama lu
31. Hubungi doi dari tempat kerja lu buat ngomong lu lagi mikirin doi
32. Inget apa yang jadi cita2 lu en kasi tau doi ttg cita2 lu itu
33. Dengerin apa yang doi bilang en dukung doi
34. Bilang ke doi rahasia/masalah yang lu adepin
35. Kasi kesan yang baek ke ortu doi
36. Sisirin rambut doi dari wajah doi
37. Menggantungkan diri ke temen2 doi
38. sembayang bareng doi
39. Bawa doi pegi nonton film yang romantis inget bagian film yang doi demen
40. Saling mempelajari en jangan buat kesalahan yang sama 2 kali
41. Buat kegembiraan yang lu rasain pas waktu lu cuma bedua
42. Saling mau berkorban
43. Bener-bener saling menyayangi, ato gak usah tetep bareng lagi
44. Enggak pernah ngelupain doi sedetik pun selama hari memberi en pastiin doi tau hal itu
45. Sayangi diri sendiri dulu sebelon sayangi orang laen
46. Pelari bahasa laen buat ngomong hal yang manis
47. Kirimin lagu dari radio buat doi
48. Telpon barenf doi sampe tidur
49. Belain doi pas ada seseorang ngomong kasar ke doi
50. Gak pernah lupain ciuman selamat malem.
kalo gue mah : be myself sajah, romantis gak romantis gimana ceweknya, parameter romantis seorang cewe kan beda2 gitu LOKH. Stupid banget gue nulis ginian ! Soalnya ga ada yang harus ditulis seh.
Langganan:
Postingan (Atom)